085786355744
smaislamahmadyani@yahoo.co.id
Batang, Jawa Tengah
blog-img
05/05/2020

PENGERTIAN PERTUNJUKAN MUSIK

ANDY SABARUDIN, S.Pd | Pendidikan

Pertunjukan seni musik adalah suatu upaya untuk mengungkapkan perasaan melalui komposisi keindahan suara manusia dan harmonisasi alat musik yang diciptakan oleh para pencipta lagu untuk memuaskan selera populer masyarakat. Istilah lain dari pergelara adalah pertunjukan, yaitu suatu kegiatan yang mendapatkan tanggapan dan penilaian.

Ada dua tujuan yang terkandung di dalam kegiatan pergelaran tersebut, antara lain tujuan makro yaitu sebagai hiburan bagi masyarakat umum atau khalayak ramai, dan tujuan mikro yaitu sebagai sarana evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran seni musik (kesenian) di sekolah. Selain memiliki tujuan, pergelaran seni musik juga memiliki beberapa fungsi, antara lain media pengembangan bakat, media komunikasi, media ekspresi diri dan media apresiasi.
 

TEKNIK PERTUNJUKAN

1. Jenis karya musik yang akan dimainkan

2. Blocking atau penempatan pemain dipanggung

3. Aspek psikologis para pemain

4. Penguasaan permainan musik dan latihan

JENIS KARYA MUSIK YANG DIPERGELARKAN

Dalam kegiatan pergelaran seni musik dapat ditampilkan berbagai jenis musik, baik jenis music tradisional maupun nontradisional.

1. Musik Tradisional

Musik tradisional adalah jenis musik yang lahir dari budaya suatu daerah. Contoh-contoh musik daerah yaitu degung (Sunda), gambang kromong (Betawi), gamelan sunda (Jawa Barat) dan lain-lain.

2. Musik Non-tradisional (Modern)

Musik non-tradisional disebut juga dengan musik modern, yaitu jenis musik yang digarap secara modern, baik dari segi elemen musikal, peralatan musik yang dipergunakan, fungsi, mauun bentuk penyajiannya.
Pergelaran musik dapat disajikan dalam bentuk seperti paduan suara/koor, ansambel musik gitar, ansambel musik tiup, ansambel musik perusi, atau organ tunggal. Agar suasana tidak monoton dan penonton tidak merasa bosan, maka dapat ditampilkan berbagai lagu yang dibawakan secara berselang seling.
 

PROSEDUR PERTUNJUKAN MUSIK

Sebelum pelaksanaan kegiatan pergelaran, penting adanya perencanaan sebagai pedoman yang dapat mengarahkan kepada pelaksana (panitia) agar dapat bekerja dengan tahap-tahap yang ditentukan. Fungsi perencanaan dalam kegiatan pergelaran seni musik, sebagai berikut :

a. Sebagai langkah awal yang dilakukan panitia.

b. Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan.

c. Sebagai kendali dalam menciptakan suasana kerja yang efektif dan efisien.

d. Sebagai tolok ukur dalam evaluasi kegiatan.

 

HAL-HAL YANG HARUS DIBAHAS DALAM MENYUSUN RENCANA PERGELARAN

1. Menyusun Panitia Pergelaran

Dalam kegiatan pergeleran seni musik, organisasi kepanitiaan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan tujuan kegiatan yaitu terlaksananya pergelaran seni musik sesuai dengan yang direncanakan. Orang dalam kepanitiaan uga harus memenuhi syarat dan kriteria yang ada, di antaranya:

a. Menguasai bidang tugasnya

b. Sanggup bekerja sama dan bekerja keras

c. Siap untuk memimpin dan dipimpin

d. Disiplin dan kreatif

e. Berdedikasi dari loyalitas yang tinggi


2. Menentukan Tema Pagelaran

Suatu kegiatan yang dilaksanakan tentu mempunyai maksud dan tujuan tersebut diungkapkan dalam sebuah tema, dan tema yang disampaikan harus sesuai dengan misinya, misalnya peringatan Sumpah Pemuda, HUT Kemerdekaan RI, Bulan Bahasa, dll.


3. Menentukan Jenis Musik yang Ditampilkan

Dalam menentukan jenis musik yang ditampilkan, tidak bisa lepas dari tema yang lelah ditetapkan. Misalnya untuk tema peringatan Sumpah Pemuda atau hari Pahlawan, maka jenis lagu yang sesuai adalah berbagai macam lagu daerah atau perjuangan.

4. Menentukan Sumber Dana

Dana yang dipergunakan untuk pergelaran tersebut harus jelas, baik jumlah atau sumber dana tersebut. Apakah dana tersebut diperoleh dari sekolah, iuran siswa atau melalui sponsor. Perlu diingat bahwa segala kegiatan pasti memerlukan dana. Oleh karena itu, dalam menetapkan anggaran harus melihat besar kecilnya kegiatan tersebut.


5. Menentukan Waktu dan Tempat Pergelaran

Waktu dan tempat pelaksanaan pergelaran ditentukan dengan banyak pertimbangan, agar dapat berjalan sesuai tujuan. Adapun tempat pergelaran dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar ruangan. Hal tersebut disesuaikan dengan keadaan sekolah. Sebelum melaksanakan pertunjukan perlu perancanaan yang baik.

 

6. Menentukan Sasaran Penonton

Panitia harus memperhatikan segmen penonton pertunjukan yang akan dilaksanakan. Artinya, sebuah pertunjukan itu ditujukan kepada penikmat musik yang cocok misalnya siswa SMP, SMA, dewasa, remaja, semua umur, atau segmen penonton yang lainnya.

7. Penataan Ruang Pergelaran

Ruang pergelaran adalah ruangan atau tempat di mana kegiatan pergelaran tersebut dilaksanakan. Ruang pergelaran meliputi panggung untuk kegiatan pentas, ruangan untuk penonton atau pengunjung, ruang gant pakaian atau riass, ruang transit, ruang konsumsi dan ruang panitia. Dalam mempersiapkan pergelaran hendaknya memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan penataan ruang pergelaran, yaitu tentang dekorasi, pencahayaan/lighting, sound system, dan penampilan tema.

8. Mempersiapkan Ruang Kelengkapan Pergelaran

Kelengkapan-kelengkapan yang harus ada pada kegiatan pergelaran musik antara lain peralatan musik, partitur musik, trap untuk penyanyi, sound system, dan kostum pemain.

EVALUASI PERTUNJUKAN MUSIK

Selain bisa digunakan sebagai media kreativitas, menampilkamn pertunjukan seni musik juga sebagai media saran untuk mengembangkan potensi diri, khususnya seni musik. Namun, tidak jarang ditemukan risiko-risiko yang akan dihadapi misalnya kerusuhan, cemoohan, bahkan penontonnya meninggalkan pertunjukan. Dengan demikian, untuk mempertunjukkan seni musik diperlukan pengecekan segala sesuatu yang dibutuhkan mulai dari estimasi dana sampai jenis musik dan pengecekan yang lainnya.

Pelaksanaan pergelaran seni musik tingkat kelas dapat dibuka oleh wali kelas masing-masing. Namun, sebelum acara dimulai terlebih dahulu harus dibuat rancangan susunan acara yang akan disuguhkan kepada penonton. Hal-hal yang perlu dimasukkan dalam rancangan acara yaitu waktu/durasi/lamanya acara, pola acara, variasi acara, dan puncak acara.

Seteah kegiatan pergelaran selesai dilaksanakan, biasanya diadakan evaluasi terhadap kegiatan tersebut. Evaluasi dapat berupa evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Pada evaluasi proses, guru kesenian sebagai pembimbing memberikan catatan-catatan kecil yang ditujukan kepada setiap anggota panitia, yang meliputi cara kerja panitia, kekompakan kerja panitia, kedisiplinan dan kerja sama masing-masing personel panitia.

Adapun evaluasi hasil merupakan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh secara keseluruhan dari kegiatan pergelaran tersebut. Evaluasi dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui berbagai hambatan yang dihadapi oleh setiap seksi, cara mengatasi persoalan-persoalan yang ada, serta mengetahui keadaan keuangan pada kegiatan yang dilaksanakan. Hasil evaluasi tersebut dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan kegiatan serupa pada masa yang akan datang. Selain memiliki tujuan tersebut, evaluasi juga memiliki manfaat yaitu memberikan umpan balik bagi panitia maupun pihak lain dan sebagai tolok ukur atas keberhasilan suatu kegiatan. (andysaba)

Bagikan Ke:

Populer